Saturday, 1 December 2012

Fanatisme Golongan yang Membutakan Mata Hati

Arca Budha Gus Dur untuk memperingati 40 hari kematiannya
Beberapa hari yang lalu, media gencar memberitakan Sutan Bathoegana yang dituding telah menghina Gus Dur saat mengisi sebuah diskusi tentang Pembubaran BP Migas untuk Kemakmuran Rakyat pada Rabu, 21 November lalu.. Ucapan Sutan yang mengatakan bahwa Gus Dur lengser karena tersangkut skandal Brunei Gate dan Bulog Gate pun memicu reaksi dari kalangan Nahdliyin.

Seperti bola liar, ucapan Sutan disambar elemen pecinta Gus Dur yang menamakan diri Gusdurian (istilah untuk pendukung Gus Dur, red) dengan aksi demo di berbagai daerah, khususnya di Jawa Timur, kantong terbesar NU. Dalam aksinya yang juga diikuti oleh GP Ansor, PMII, IPNU, dan organisasi di bawah naungan NU lainnya ini, mengutuk keras dan menuntut Sutan meminta maaf kepada keluarga besar Nahdhatul Ulama. Syukurlah, persoalan mencapai klimaks ketika Sutan ketika akhirnya ia benar-benar meminta maaf kepada keluarga besar mantan Presiden RI ini, di Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (29/11/2012).

Kasus Sutan ini mencuatkan sejumlah ironi, ketika rasa fanatik yang ‘kebablasan’ mampu menjadi pemicu perpecahan dan aksi radikal. Almarhum Gus Dur yang oleh sebagian kecil Kaum Nahdhiyyin diyakini sebagai Wali Allah, sosok yang sakral, tidak bisa salah, dan tidak boleh dikritik, telah diposisikan tidak sebagaimana mestinya. Cara menyikapinya pun juga kurang elegan dan bijaksana.

Bandingkan pada saat menyikapi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW, elemen GP Ansor nyaris tidak ada pembelaan yang sepantasnya. Justru di kalangan petinggi NU sendiri ada yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad tidak perlu dibela.

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj sendiri mengatakan ketika muncul film “Innocence of Muslims” mengatakan;

“Tidak perlu disikapi berlebihan, apalagi dengan tindakan yang justru kontra produktif. Dari dulu sampai sekarang, selalu ada orang yang tidak suka kepada Rasulullah, tetapi kita jangan sampai menghabiskan energi untuk itu, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. Allah akan menjaga nama baik beliau, baik ketika masih hidup atau sesudah wafat.”

Ironis memang, bukankah sikap Gusdurian yang mengejar-kejar anggota Partai Demokrat di Cirebon, mendatangi dan menyegel kantor partai penguasa saat ini di berbagai daerah merupakan sikap berlebihan, menghabiskan energi, dapat menimbulkan korban, kontra produktif, dan tidak dewasa?

Fanatik Buta itu Buruk

Tidak hanya dalam kasus Sutan Bathoegana, penyikapan pendukung Gus Dur pada kasus-kasus sebelumnya yang melibatkan ‘kehormatan’ Gus Dur, acap cenderung anarkis, intoleran, dan tidak menghormati pebedaan pendapat. Padahal Gus Dur di masa hayatnya bahkan hingga kini dipandang sebagai sosok yang toleran terhadap perbedaan.

Sikap ini adalah cermin ta`assub atau fanatisme buta. Istilah ta`ashshub cenderung diartikan dengan fanatik buta terhadap golongan, benar atau salah. Berbagai konflik antarumat Islam, sering terjadi hanya untuk membela golongan, ini namanya penyakit ta`ashshub. Di zaman jahiliyah (sebelum Islam datang), penyakit ini telah mencabik-cabik keutuhan masyarakat pada waktu itu.

Fanatisme dapat melumpuhkan otak-otak cemerlang, akal sehat, menggantinya dengan kekerasan dan perang horizontal. Demi kecintaan yang membabi buta tanpa didasari oleh cinta dan benci karena Allah, mereka telah menunjukkan sikap ketidakdewasaan.

Catatan Sejarah

Bibit fanatisme telah ada jauh sebelum peristiwa jatuhnya Al-Quds, bahkan di masa Rasululah Shallallahu ‘alaihi Wassalam saja nyaris terjadi peperangan antara Kabilah Aus dan Khazraj akibat provokasi dari seorang pemuda yahudi yang menyusup. H.M.H. Al-Hamid Al-Husaini dalam bukunya “Membangun Peradaban : Sejarah Muhammad Sejak Sebelum Diutus Menjadi Nabi” telah menulis bahwa suatu hari seorang Yahudi melewati sekelompok kaum Khazraj dan Aus yang sedang bertemu untuk berdamai. Tapi kemudian orang Yahudi ini berusaha memancing konflik antara mereka, dengan mengingatkan masa lalu yang penuh dengan permusuhan dan peperangan antarmereka. Mereka lalu terpancing.

Kemarahan antara kedua belah pihak hampir menyulut peperangan. Untungnya Rasulullah segera mendengar kejadian tersebut, lalu berkata kepada mereka: “Masihkah kalian menggelar kebiasaan zaman jalahilyah, sementara saya ada di tengah kalian.”

“Mendengar peringatan beliau itu banyak di antara kaum Muslim yang mendengarkannya menangis, menyesali kelengahannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Peristiwa yang cukup gawat itu diabadikan dalam Al-Quran agar menjadi pelajaran bagi umat Islam (Lihat Qs. Ali Imran 100-102, di buku H H.M.H. Al-Hamid Al-Husaini).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam sangat membenci ta`ashshub. Ketika ditanya apa itu ta`ashshub, Rasulullah menjawab: “Kamu membantu kelompokmu sekalipun ia berbuat dzalim, itu adalah at ta`ashshub.” Dalam kesempatan lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam bersabda: “Bukan dari golonganku siapa yang mengajak kepada atta'ashshub, berperang atas dasar atta`ashshub atau mati karena atta`ashshub.” (HR. Muslim).

Kesimpulan

Dalam Sunan At-Tirmidzi dan lain-lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam bersabda, “Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. Tirmidzi). Dalam riwayat lain, Rasulullah juga bersabda: “Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna imannya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Dari dua hadits di atas kita bisa mengetahui bahwa kita harus memberikan kecintaan dan kesetiaan kita hanya kepada Allah semata. Kita harus mencintai terhadap sesuatu yang dicintai Allah, membenci terhadap segala yang dibenci Allah, ridla kepada apa yang diridlai Allah, tidak ridla kepada yang tidak diridlai Allah, memerintahkan kepada apa yang diperintahkan Allah, mencegah segala yang dicegah Allah, memberi kepada orang yang Allah cintai untuk memberikan dan tidak memberikan kepada orang yang Allah tidak suka jika ia diberi.

Fanatisme memberikan loyalitas berdasar hawa nafsu, kepentingan sesaat yang sarat hawa nafsu, terlepas dari ikatan iman kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Kita perlu memupus sikap fanatik kepada sosok manusia yang bisa salah dan terjatuh ke dalam kealpaan. Dasarkan rasa cinta dan benci hanya kepada Allah. Benarkan yang hak dan luruskan yang batil, juga karena Allah.

Monday, 26 November 2012

Surat Terbuka Dari Jalur Gaza untuk Indonesia

Mungkin surat ini sudah menyebar untuk rakyat Indonesia, namun mungkin banyak yang belum membaca dan meresapi isinya. Bagi yang sudah membaca silakan dibaca lagi dan dibagikan, jika belum, silakan membacanya.

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Untuk Saudaraku di Indonesia… Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia…

Namun, jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negeri kalian berpenduduk Muslim terbanyak di punggung bumi ini. Bukankah demikian wahai Saudaraku?

Di saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari Jamaah haji asal Indonesia. Dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jamaah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini.

Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum. Lalu saya mengatakan kepadanya, “Saudaraku, jika jumlah jamaah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jamaah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja.”

Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian yah? Wah? Pasti uang kalian sangat banyak yah, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya. Subhanallah.

Wahai Saudaraku di Indonesia,

Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah? pasti sangat indah dan mengagumkan yah. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negeri kalian.

Tentu para ibu-ibu di sana amat mudah menyusui bayi-bayinya. Susu formula bayi tentu dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.

Ini yang membuatku ‘iri’ kepadamu Saudaraku. Tidak seperti di negeri kami ini, Saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian.

Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulans yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah, sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan di atas mobil. Yah di atas mobil Saudaraku!

Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2 tahun lalu, namun istri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya. Walau, terkadang untuk memperlancar ASI mereka, istri kami rela minum air rendaman gandum

Namun, mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya, terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah… Itu yang kami dapat dari informasi televisi.

Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus abortusnya untuk wilayah ASIA. Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian?

Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami di sini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut. Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini.

Memang, hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati. Namun, bukanlah di selokan-selokan atau got-got apalagi ditempat sampah? Saudaraku! Mereka mati syahid, Saudaraku! Mati syahid karena serangan roket tentara penjajah Israel!

Kami temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel.

Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negeri ini.

Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel pada 27 Desember 2009, saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 di antaranya adalah anak-anak kami. Namun, sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru di Jalur Gaza, dan Subhanallah, kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar. Allahu Akbar!

Wahai Saudaraku di Indonesia…

Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam, dengan izin Allah, akan tumbuh dan berbuah. Namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar? Apa karena kalian sulit mencari rezeki di sana? Apa negeri kalian sedang di blokade juga?

Perlu kalian ketahui, Saudaraku, tidak ada satu pun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami di blokade. Kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai Tata Usaha di kantor pemerintahan Hamas, sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang mencukupkan rezeki untuk kami.

Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan, yah… mereka menikah di sela-sela serangan (agresi) Israel. Mereka mengucapkan akad nikah, di antara bunyi dentuman bom dan peluru, Saudaraku. Dan Perdana Menteri kami, yaitu Ustadz Ismail Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.

Wahai Saudaraku di Indonesia,

Terkadang saya pun ‘iri’, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan di Negeri Antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut.

Program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan buku-buku tentu kalian telah lahap. Kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karena kalian punya waktu.

Kami tidak memiliki waktu yang banyak di sini wahai Saudaraku. Satu jam, yah… satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami di sini untuk halaqoh. Setelah itu kami harus terjun langsung ke medan jihad, sesuai dengan tugas yang telah diberikan kepada kami.

Kami di sini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut walau cuma satu jam Saudaraku. Tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, seperti ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami) dan takaful (saling menangung beban) di sana.

Hafalan Antum pasti lebih banyak dari kami. Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghafal surah Al-Anfaal sebagai “nyanyian” perang kami. Saya menghafal di sela-sela waktu istirahat perang. Bagaimana dengan kalian?

Beberapa waktu lalu, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia di antara 1000 anak yang tahun ini menghafal Al-Qur’an, umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghafal Al-Qur’an ketimbang anak-anak kami di sini. Di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang.

Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, di atasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma, yah di tempat itulah mereka belajar Saudaraku.

Bunyi suara setoran hafalan Al-Qur’an mereka bergemuruh di antara bunyi-bunyi senapan tentara Israel. Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal, karena memang di depan mereka tafsirnya langsung mereka rasakan.

Wahai Saudaraku di Indonesia,

Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian di sini. Subhanallah, kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan di sini. Memang, banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia.

Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan, Saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan nanti di akhirat kepada Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya. Alhamdulillah. Allahu Akbar!

(Bagitulah isi surat tanpa harus mengubah isinya. Silakan baca dan resapi isi surat di atas, betapa miris dan terlukanya hati saat surat di atas diterima nurani kita, betapa terlukanya Saudara kita di sana. Tetap dukung mereka walau hanya dengan doa ataupun bantuan dana yang bisa kita lakukan, Allahu Akbar … !!!)

Silakan bagikan (share) surat taushiyah ini untuk keluarga, saudara-saudara, teman-teman, atau untuk mereka yang tidak kalian kenal sekalipun. Semoga Anda juga medapat balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wata’ala, aamiin…Semoga bermanfaat.


Saturday, 24 November 2012

A Tribute Song to Palestine

AKSI kepedulian nyata untuk Palestina ditunjukkan oleh ratusan siswa SD di Klaten, Jawa Tengah. Berdasarkan laporan kompas.com pada hari Jum’at (23/11), ratusan siswa SD ini berani menyisihkan sebagian uang saku mereka untuk membantu korban agresi Israel di Gaza, Palestina.

Tidak tanggung-tanggung, hasil dari sumbangan uang saku para siswa SD ini mencapai Rp 14 juta!, jumlah yang cukup besar untuk ukuran uang jajan anak-anak SD.

Selain mengumpulkan uang, para siswa juga menggelar doa bersama untuk perdamaian di Palestina. Tidak hanya para siswa, guru yang hadir pun menyisihkan uang mereka untuk disumbangkan. “Dari uang saku kita, kita sisihkan untuk disumbangkan ke korban perang di Palestina” kata Rafiq, salah satu siswa, seperti yang dilansir kompas.com.

Sebelum mengumpulkan uang, sebanyak 300 siswa SD di Kecamatan Jatinom, Klaten, khusuk untuk berdoa bersama, meskipun di bawah panas terik matahari.

Rencananya, uang yang berhasil terkumpul tersebut akan diserahkan melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di Yogyakarta, untuk disumbangkan langsung ke Palestina.
Support Palestine for humanity and muslim solidarity! Palestine need your voice and your donation...

Friday, 23 November 2012

Palestina Pernah Bantu Kemerdekaan Indonesia, Akankah Kita Diam ?

Duo Ronaldo dukung Palestina, sedangkan Bieber cinta mati Israel
Sebagai orang Indonesia, sejarah menjelaskan bahwa kita berhutang dukungan untuk Palestina dan negara arab lain.

Dari berbagai sumber yang diperoleh, Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.

Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir, seperti dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc.
Kenapa Kita Memikirkan Palestina?

M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.

Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia: pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia.

Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan. Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini. Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI.

Seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia”. Setelah itu dukungan mengalir, di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah.

Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya, demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Shalat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dalam pertempuran yang sangat dahsyat itu.

Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal “Volendam” milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said. Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu.

Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah putih? tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk kapal “Volendam” milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan.

Sekarang bagaimana rasannya saat melihat bendera kita di kibarkan oleh bangsa lain dengan kesadaran penuh menunjukan rasa solidaritasnya, karena mereka peduli Wartawan ‘Al-Balagh’ pada 10/8/47 melaporkan: “Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejuruan lain.”

Tentu saja, motivasi yang kita bangun tidak hanya dari aspek historis, namun ini kita dapat ambil sebagai sebuah pelajaran untuk mengingatkan kembali betapa palestina pernah melakukan hal yang sama terhadap Indonesia.

Thursday, 22 November 2012

Aneh, Pejabat UNICEF Justru Dukung Pembunuhan Anak-anak Gaza

Hidayatullah.com--Adakah pemandangan yang lebih memilukan daripada tubuh-tubuh mungil anak-anak kita yang hancur dicabik-cabik peluru dan roket? Selama 8 hari agresinya terhadap Gaza, Zionis ‘Israel’ membunuh 43 anak Gaza dan melukai 432 anak lainnya.

Artinya, satu per tiga dari seluruh syuhada dan korban cedera di Gaza adalah anak-anak, demikian dinyatakan berbagai sumber medis Gaza.

Lima anak dibunuh pada hari Rabu (21/11/2012), hari terakhir dari perang 8 hari itu. Syahid termuda pada hari itu adalah bocah berusia dua tahun.

Dari seluruh syuhada mungil kita di Gaza, ada bocah berusia 11 bulan, dua lagi baru berusia.satu tahun sementara sisanya berusia antara satu setengah tahun sampai 16 tahun. Beberapa di antara anak-anak itu bahkan kakak beradik.

Pejabat UNICEF Sadis

Sesudah pernyataan kejam Wakil Menlu ‘Israel’ Danny Ayalon bahwa semua korban di Gaza layak mati termasuk anak-anak, kini.terungkap skandal lain. Seorang pejabat UNICEF (United Nations Children’s Fund), sebuah badan PBB yang tugasnya memperjuangkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak dunia – secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap agresi militer Zionis di Gaza dan harapannya.agar penjajah Zionis tidak berhenti berperang “sampai teroris terakhir dikalahkan.”

Si pejabat UNICEF itu, Judy Shalom Nir-Mozes, menggunakan media sosialnya termasuk Twitter untuk mendesak PM Netanyahu untuk tidak tunduk kepada desakan internasional agar menerima gencatan senjata.

Nir-Mozes men-tweet harapannya bahwa tidak akan pernah ada gencatan senjata.

“Saya benar-benar berharap Bibi (Netanyahu) tidak akan takluk kepada tekanan musuh-musuh kita dan lobby mereka, dan akan meneruskan operasi sampai teroris terakhir di Gaza mati dibunuh. Sudah waktunya kehidupan kembali normal di selatan Israel – siapa saja yang memulai sebuah amal kebaikan (harus menyelesaikannya).”

Para penentang agresi militer ini di dalam ‘Israel’ sendiri kini memulai kampanye untuk menyingkirkan Nir-Mozes dari kepemimpinan UNICEF karena “seseorang yang lapar perang seperti ini tidak seharusnya menjadi duta penyuara hak-hak anak.”

Hanung Bramantyo Kembali Rilis Film Kontroversi

Setelah filmnya “Perempuan Berkalung Sorban” dan “Tanda Tanya” (?) yang banyak kecaman dari umat Islam, kini sutradara Hanung Bramantyo kembali merilis film kontroversial berjudul “Cinta Tapi Beda”.

Film "Cinta Tapi Beda" ini bercerita tentang dua insan yang jatuh cinta namun berbeda agama. Dua cinta antara seorang penganut agama katolik dan Islam berbenturan dalam nilai-nilai agama masing-masing.

"Jadi kalau sampai jadi isu dan bola salju, itu sudah bukan tanggung jawab saya, kadang juga saya dicaci maki. Saya cuman bisa berterima kasih saja sudah mau nonton film saya," ujar Hanung seperti yang dikutip Kapanlagi.com (12/11/2012).

Menurut Hanung, film bukanlah sebuah film kontroversial. Namun ia hanya ingin menerjemahkan sebuah potret kehidupan yang sesungguhnya ke dalam sebuah film.

Sementara itu, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khatath mengaku apa yang sering dilakukan Hanung sebuah contoh tidak baik dan tidak terpuju untuk edukasi remaja Muslim. Bagi Khathtath semua film Hanung memang memiliki nuansa meliberalkan para penontonnya.

“Meskipun Hanung berkata dia hanya memotret kehidupan realitas. Harusnya penonton diarahkan kepada pilihan yang baik,” jelas Al Khathath kepada hidayatullah.com, Rabu (21/11/2012).

Al Khathatth mengkhawatirkan jika remaja Islam yang minim pemahaman agama akan terwarnai. Film ini menurutnya bisa mengajarkan seorang remaja Muslim untuk melegalkan nikah beda agama.

“Padahal dalam Islam pernikahan beda agama itu hukumnya haram dan termasuk perzinahan karena tidak sah akad nikahnya,” jelas Khathath lagi.

Al Khathath mengingatkan seluruh elemen umat untuk segere membentengi keluarga dari serangan liberalisasi seperti ini. Ia juga mengajak umat untuk membuat petisi menolak karya-karya Hanung Bramantyo.

“Ini sudah film yang kesekian yang dia buat untuk merusak pemikiran remaja Islam, ini harus dilawan secara serius,” tegasnya lagi.

Sementara itu, peneliti Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS) Surabaya, Bahrul Ulum mengatakan, apa yang disampaikan Hanung itu ada buah dari paham liberalisme. Setiap karya kontroversialnya digugat, alasannya untuk memotret fakta yang ada di masyarakat. Padahal, tidak semua potret di masyarakat harus dipublikasikan jika faktanya menyesatkan dan hanya melahirkan hal-hal tidak baik.

“Jika ada sekelompok orang hobi membunuh, maksiat dan memperkosa, apa layak diangkap jadi sebuah karya film? Apa ada manfaatkan bagi kebaikan bersama?”, ujar Bahrul. Pikiran-pikiran rusak inilah yang kini hinggap pada sebagian sutradara di Indonesia, termasuk Hanung.

Menurut Bahrul, pemikiran seperti itu bagian dari paham relativisme yang kini merusak bangsa Indonesia.

Seperti diketahui, film “Cinta Tapi Beda” turut didukung oleh Artis Agni Pratistha, Reza Nangin, Choky Sitohang, Jajang C Noor, Ratu Felisha, Hudson Pranajaya dan Agus Kuncoro bakal membintangi film yang diangkat dari tulisan di blog milik penulis Dwitasari.*

Ciri Muslimah yang Cantik Pribadinya...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...

Setiap wanita senantiasa mendambakan kecantikan fisik. Tetapi ingat, kecantikan dari dalam yang lebih dikenal dengan istilah inner beauty adalah hal yang lebih pen
ting daripada kecantikan fisik belaka. Karena, apa gunanya seorang muslimah cantik fisik tetapi tidak memiliki akhlak terpuji. Atau apa gunanya cantik fisik tetapi dibenci orang-orang sekitar karena tindak-tanduknya yang tidak baik. Karena itu, kecantikan dari dalam memang lebih diutamakan untuk menjaga citra diri seorang muslimah.

Lalu seperti apa sih muslimah yang cantik pribadinya itu, berikut ulasanya:

Menjaga kecantikan dari dalam berarti menjaga etika dan budi pekerti baik, serta menggunakan anggota tubuh untuk hal-hal yang baik berdasarkan sudut pandang syariat Islam.

Alloh pun dengan tegas menyatakan bahwa antara ciri hamba-Nya yang baik adalah mereka yang baik ucapannya. Mereka yang apabila dihina atau dicaci oleh orang yang jahil atau tidak berilmu, mereka tidak membalasnya kecuali dengan kata-kata baik dan lemah lembut. Alloh berfirman disurat Al-Furqan ayat 63, yang artinya “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang- orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang mengandung keselamatan.”

Tak hanya itu, seorang muslimah yang baik akan meninggalkan perkataan-perkataan tidak bermanfaat. sebagaimana Rosululloh bersabda, “Termasuk dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak penting baginya.” Mengenai hadits ini, Imam Ibnu Rajab Al-Hambali mengatakan, “Kebanyakan pendapat yang ada tentang maksud meninggalkan apa-apa yang tidak penting adalah menjaga lisan dari ucapan yang tidak berguna.”

Dalam Ad-Daa`wa Ad-Dawaa`, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menerangkan lebih lanjut, bahwa “Menjaga lisan adalah agar jangan sampai seseorang mengucapkan kata-kata yang sia-sia. Apabila dia berkata hendaklah berkata yang diharapkan terdapat kebaikan padanya dan manfaat bagi agamanya. Apabila dia akan berbicara hendaklah dia pikirkan, apakah dalam ucapan yang akan dikeluarkan terdapat manfaat dan kebaikan atau tidak? Apabila tidak bermanfaat hendaklah dia diam, dan apabila bermanfaat hendaklah dia pikirkan lagi, adakah kata-kata lain yang lebih bermanfaat atau tidak? Supaya dia tidak menyia-nyiakan waktunya dengan yang tidak bermanfaat.”

Termasuk dalam hal ini adalah menjauhi perbuatan ghibah yang berkaitan erat dengan lisan yang mudah bergerak dan berbicara. Maka hendaknya para muslimah memperhatikan apa-apa yang diucapkan. Jangan sampai terjatuh dalam perbuatan ghibah yang tercela. Bila setiap wanita muslim bisa menjaga lisan dari mengganggu atau menyakiti orang lain, insya Alloh mereka akan menjadi seorang muslimah sejati. sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim bahwa Rosululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Seorang muslim sejati adalah bila kaum muslimin merasa selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”

Pun demikian dengan anggota tubuh lainnya, seperti mata. Untuk menjadikan sepasang mata yang indah dan mempesona, maka pandanglah kebaikan-kebaikan dari orang-orang, jangan mencari-cari keburukan mereka. Alloh berfirman mengenai hal ini disurat al-Hujurat ayat 12, artinya “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.”

Dan terpenting lagi, mempergunakan mata untuk hal-hal yang diridhai Alloh dan Rosul-Nya. Hal ini berarti tidak menggunakan mata untuk bermaksiat. Pandangan mata adalah mata air kemuliaan, bukan menjadikannya duta nafsu syahwat sesaat.

Betapa banyak manusia mulia yang didera nestapa dan kehinaan, hanya karena mereka tidak dapat mengendalikan mata. Yaitu ketika matanya tidak dapat lagi menyebabkan seseorang menjadi bersyukur atas anugerah nikmat, karena dipergunakan secara zhalim. Seseorang muslimah yang menjaga pandangan berarti dia menjaga harga diri dan kemaluannya. Barangsiapa yang mengumbar pandangannya, maka akan terjerumus ke dalam kebinasaan. Inilah mengapa Rosul menegaskan, “Tundukkan pandangan kalian dan jagalah kemaluan kalian.”

Lalu peliharalah telinga dari mendengarkan musik, gosip, kata-kata keji dan sesat, atau menyebutkan kesalahan-kesalahan orang. Telinga diciptakan untuk mendengarkan Kalam Alloh dan instruksi-instruksi Rosululloh. Sepasang telinga yang indah dan baik adalah yang bisa mengambil manfaat ilmu-ilmu keislaman.

Selanjutnya tangan, tangan yang baik adalah tangan yang diulurkan untuk membantu dan menolong sesama muslim, serta bersedekah dan berzakat. Kita diberi dua tangan; satu untuk membantu kita dan satu lagi untuk membantu orang lain. Lalu Islam juga mengajarkan bahwa tangan ‘di atas’ lebih baik dari tangan ‘di bawah’. Tentang hal ini, suatu ketika, Rosul ditanya oleh para istrinya, “Siapakah di antara kami yang pertama kali akan menemui engkau kelak?” Dengan suara bergetar, Nabi menjawab, “Tangan siapa di antara kalian yang paling panjang, itulah yang lebih dahulu menemuiku.” “Tangan paling panjang” yang dimaksud Rosululloh adalah yang gemar memberi sedekah kepada fakir miskin.

Maka, jaga baik-baik kedua tangan, jangan dipergunakan untuk memukul seorang muslimah lainya, dipakai untuk mengambil barang haram ataupun mencuri, jangan dipergunakan untuk menyakiti makhluk ciptaan Alloh, atau dipergunakan untuk mengkhianati titipan atau amanah. Atau untuk menulis kata-kata yang tidak diperbolehkan.

Kemudian kedua kaki yang ‘indah’ adalah yang dipergunakan untuk mendatangkan keridhaan Alloh. Jagalah kedua kaki untuk tidak berjalan menuju tempat-tempat yang diharamkan atau pergi ke pintu penguasa yang kafir. Karena hal itu adalah kemaksiatan yang besar dan sama saja dengan merendahkan diri muslimah. Lalu jangan sekali-kali mempergunakan kaki untuk menyakiti saudara-saudari muslimah, pergunakanlah untuk berbakti kepada Alloh, misalnya dengan mendatangi masjid, tempat-tempat pengajian, berjalan untuk menuntut ilmu agama serta menyambung tali silaturahim, atau melangkahkannya untuk berjihad di jalan-Nya.

Rosul bersabda, “Barangsiapa yang kedua telapak kakinya berdebu di jalan Alloh, maka haram atas keduanya tersentuh api neraka.” Beliau menerangkan lagi, “Alloh akan menjamin orang yang keluar (berjuang) di jalan-Nya, seraya berfirman: “Sesungguhnya orang yang berangkat keluar untuk berjihad di jalan-Ku, karena keimanan kepada-Ku dan membenarkan (segala ajaran) para Rasul-Ku, maka ketahuilah bahwa Akulah yang akan menjaminnya untuk masuk ke dalam surga.”

Demikian pula dengan segenap anggota tubuh lainnya. Semuanya akan nampak indah serta mempesona apabila dipergunakan dalam rel ketaatan kepada Alloh dan Rosul-Nya. Kecantikan fisik seorang muslimah bahkan sangat dipengaruhi kecantikan batin. Untuk mendapatkan tubuh yang ramping, maka cobalah untuk berbagi makanan dengan orang-orang fakir-miskin.

Kecantikan sejati seorang muslimah tidak terletak pada keelokan dan keindahan fisik atau keindahan pakaiannya. Kecantikannya sangat dipengaruhi perilaku dan ketaatannya kepada Alloh dan Rosul-Nya. Kecantikan sebenarnya direfleksikan dalam hati dan jiwanya.

Maka jadikan malu karena Alloh sebagai perona pipinya. Zikir yang senantiasa membasahi bibir adalah lipstiknya. Kacamatanya adalah penglihatan yang terhindar dari maksiat. Air wudhu adalah bedaknya untuk cahaya di akhirat. Kaki indahnya selalu menghadiri majelis ilmu. Tangannya selalu berbuat baik kepada sesama. Pendengaran yang ma’ruf adalah anting muslimah. Gelangnya adalah tawadhu. Kalungnya adalah kesucian, dan seluruhnya dibalut oleh hijab sebagai perisai bagi kehormatanya .

Wallahu’alam bishshawab, ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

~ o ~

Salam santun dan keep istiqomah ...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Faried - Premium Blogger Themesf | Affiliate Network Reviews